rigasi Intermiten Cara Cerdas Petani Klungkung Optimalkan Produktivitas Padi Sawah
Klungkung, 20 Pebruari 2026 - Petani I Nyoman Sutarma, Subak Toya Cau, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung telah lama menerapkan irigasi intermiten (irigasi berselang) dalam budidya padi sawahnya. Hal ini dilakukannya sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air pada musim kemarau, sekaligus mengoptimalkan produktivitas padinya.
Menurut Ni Ketut Sudarmini (Penyuluh BRMP Bali) irigasi berselang merupakan salah satu penerapan teknologi smart farming (pertanian cerdas). Karena
Irigasi berselang merupakan metode pengairan sawah dengan pola basah dan kering secara bergantian, di mana lahan tidak selalu digenangi air. Sistem ini diterapkan dengan pengaturan waktu dan ketinggian air yang terukur sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman padi. Dengan pola tersebut, kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.
Lebih lanjut dikatakan penerapan irigasi berselang menunjukkan dampak positif seperti penghematan air irigasi hingga 20–40 persen, perakaran tanaman padi menjadi lebih kuat, serta pertumbuhan tanaman lebih sehat dan seragam. "Ke depan penerapan teknologi irigasi berselang kami harapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas oleh petani di wilayah Kecamatan Klungkung. Sehingga produktivitas padi mereka dapat meningkat, efisiensi air dimusim kemarau, mengurangi emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh pengenangan padi terus menerus serta tanaman padi mereka akan lebih adaptif terhadap perubahan iklim" jelasnya.
Sementara itu I Nyoman Sutarma sebagai petani mengaku semenjak menggunakan teknologi irigasi berselang produkrivitas padinya dapat dipertahankan meskipun pada saat musim kemarau dimana air menjadi faktor pembatas dalam budidaya padi sawah. "Teknologi ini kami gunakan untuk mengantisipasi keterbatasan air di musim kemarau sehingga produksi padi kami tetap terjaga" ungkapnya.
(Sudarmini)